Muhadatsah
Muhadatsah merupakan pembelajaran yang mengutamakan keterampilan santri dalam berbicara Bahasa Arab secara aktif, tepat, dan percaya diri.
Program Jurusan Bahasa Arab dirancang untuk membekali santri dengan kemampuan berkomunikasi, mendengar, membaca, menulis, serta memahami struktur dan kaidah Bahasa Arab secara bertahap. Pembelajaran dilengkapi dengan kegiatan penunjang yang mendorong santri untuk aktif menggunakan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disusun untuk mengembangkan keterampilan Bahasa Arab secara menyeluruh, mulai dari berbicara, mendengar, membaca, menulis, hingga memahami kaidah dan penerapannya.
Muhadatsah merupakan pembelajaran yang mengutamakan keterampilan santri dalam berbicara Bahasa Arab secara aktif, tepat, dan percaya diri.
Istima’ merupakan pembelajaran yang melatih kemampuan santri dalam mendengarkan dan memahami percakapan, kosakata, serta berbagai materi berbahasa Arab.
Insya merupakan pembelajaran untuk melatih santri dalam menulis, menyusun, dan mengembangkan kalimat dalam Bahasa Arab secara baik dan benar.
Pembelajaran menggunakan buku atau kitab muqorror yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan jenjang santri.
Qiroah mengenalkan susunan kata dan kalimat Bahasa Arab sekaligus melatih kemampuan membaca. Santri diarahkan agar mampu memahami bacaan seperti berita, cerita, artikel, dan teks berbahasa Arab lainnya.
Nahwu mempelajari tatanan dan cara membaca kalimat berbahasa Arab, khususnya perubahan bunyi pada akhir kata. Pembelajaran ini membantu santri menggunakan Bahasa Arab secara baik, tepat, dan sesuai kaidah.
Shorof mempelajari asal kata, asal makna, serta perubahan bentuk kata dalam Bahasa Arab menjadi berbagai bentuk atau shighah. Ilmu ini membantu santri memahami struktur dan makna kosakata secara lebih mendalam.
Taqdimul Qur’an merupakan kegiatan setoran hafalan Al-Qur’an bagi santri Jurusan Bahasa Arab. Target minimalnya adalah empat juz sejak kelas Ibtida hingga Takmili, dengan peluang capaian yang lebih tinggi sesuai kemampuan santri.
Fiqih merupakan ilmu dasar yang perlu dipahami seluruh santri sebagai pedoman dalam beribadah, bermuamalah, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Materinya juga digunakan untuk melatih kemampuan membaca dan memahami kitab kuning.
Tajwid dipelajari oleh santri kelas Ibtida dan Tsanawi untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an serta memahami hukum-hukum tajwid agar santri mampu membaca Al-Qur’an secara benar dan tidak keliru.
Kegiatan penunjang menjadi ruang bagi santri untuk mempraktikkan Bahasa Arab secara aktif melalui latihan berbicara, diskusi, evaluasi, dan praktik mengajar.
Kegiatan latihan yang terdiri atas pembawa acara, pidato, tilawah Al-Qur’an, dan doa dengan menggunakan Bahasa Arab. Setelah kegiatan selesai, dilaksanakan kritik, masukan, dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan santri.
Kegiatan berkumpul dalam bentuk lingkaran yang diikuti santri Jurusan Bahasa Arab di asrama maupun di kelas setelah kegiatan belajar mengajar. Santri berlatih berbicara dan berdiskusi menggunakan Bahasa Arab.
Kegiatan latihan mengajar menggunakan Bahasa Arab dengan materi yang telah disiapkan. Program ini melatih keberanian, penguasaan materi, komunikasi, dan keterampilan menyampaikan pelajaran.
Seluruh program diarahkan untuk membentuk santri yang mampu memahami dan menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa ilmu, komunikasi, serta sarana memahami sumber-sumber keislaman.
Melalui pembelajaran kelas dan pembiasaan bahasa, santri diarahkan untuk mengembangkan empat keterampilan utama sekaligus memahami kaidah Bahasa Arab.
Hubungi Panitia PSB untuk mendapatkan informasi pendaftaran dan program pendidikan secara lebih lengkap.